............ ................................................................... ......

1.7.11

PERTANIAN DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN

Kondisi penggunaan lahan di Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2009 khususnya untuk pekarangan dan bangunan,ladang/huma,penggembalaan serta lahan untuk kolam mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Lahan pekarangan dan bangunan meningkat 374.96 persen, ladang/huma 53.48 persen, lahan penggembalaan 166.78 persen dan kolam/empang meningkat 9.48 persen.
Sedangkan penggunaan lahan sawah, tegal/kebun, rawa tidak ditanami dan juga lahan yang sementara tidak ditanami mengalami penurunan dari tahun 2008. Dan penggunaan lahan untuk tambak dan sementara tidak ditanami relatif sama.

Produksi padi sawah pada tahun 2009 meningkat menjadi 152,771
Ton, sedangkan produksi padi ladang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penurunan produksi padi ladang mancapai 12.12 persen. Secara keseluruhan jika dibandingkan dengan tahun 2008, produksi padi (padi sawah + padi ladang) mengalami peningkatan sebesar 1.54 persen.
[lihat tabel]
5.2. Perkebunan
Luas tanaman karet perkebunan rakyat pada tahun 2009 adalah 20,167.50 Ha. Dan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, luas tanam ini mengalami penurunan 17.96 persen. Walaupun luas tanamnya mengalami penurunan tetapi luas tanam tanaman karet menempati urutan pertama jika dibandingkan dengan luas tanam tanaman perkebunan rakyat lainnya.
[lihat tabel]

Sedangkan jika dilihat dari produksinya, produksi kelapa sawit menempati urutan pertama jika dibandingkan tanaman perkebunan yang lain dengan jumlah produksi mencapai 45,889.93 Ton. Produksi kelapa sawit meningkat 1.01 persen dari tahun sebelumnya.
[lihat tabel]

5.3. Peternakan
Jenis ternak dibedakan menjadi tiga yaitu ternak besar, ternak kecil, dan juga ternak unggas. Pada tahun 2009 populasi ternak unggas menempati urutan pertama dengan populasinya 427,713 ekor, ternak kecil 18,498 ekor, dan ternak besar 3,684 ekor.
[lihat tabel]

5.4. Perikanan
Produksi ikan yang dihasilkan dari penangkapan di perairan umum lebih banyak daripada yang diperoleh dari budidaya air tawar.
Produksi ikan dari perairan umum yang paling banyak didapatkan di danau yaitu sekitar 62.26 persen. Hal ini dikarenakan daerah Tapanuli Selatan memiliki danau yang kaya dengan kekayaan di dalamnya. Selain danau, produksi ikan di perairan umum banyak di diperoleh di sungai dan juga rawa. Hal ini sesui dengan kondisi geografis Tapanuli Selatan yang daerahnya dilewati beberapa aliran sungai.
[lihat tabel]

Jumlah rumah tangga nelayan yang bekerja di perairan umum juga lebih banyak dari yang bekerja di laut. Rumah tangga nelayan di perairan umum berjumlah 1,093 keluarga dan yang bekerja di laut sekitar 65 keluarga.
[lihat tabel]

5.5. Kehutanan
Menurut fungsinya hutan dibagi menjadi hutan lindung, hutan konservasi, hutan produksi, hutan produksi terbatas, dan APL (Area penggunaan Lain). Luas wilayah hutan Tapanuli Selatan mencapai 451,225 ha dimana persentase terbesar luas hutan adalah APL (Area Penggunaan Lain) yaitu 32,17 persen dari keseluruhan wilayah hutan. Setelah APL, persentase terbesar kedua adalah hutan lindung dengan 28.99 persen, hutan produksi 19.71 persen, hutan produksi terbatas 16.11 persen, dan hutan konservasi sebesar. 3.02 persen.
[lihat tabel]

Areal hutan terluas ada di Kecamatan Angkola Barat seluas 55,821 ha, disusul Batang Angkola dan diurutan ketiga Sayurmatinggi dengan luas masing-masing 54,005 ha dan 51,760 ha.


Related Article:
 
CuacaZoom

Facebook Box

Footer Widget #1

Footer Widget #2

Footer Widget #3

Footer Widget #4

copyright 2012 Wb. All rights reserved.

rss digg delicious facebook